Rabu, 11 April 2012

[Media_Nusantara] Ngaku Aktivis 1998, Adu Domba Masyarakat & Hampir Terjadi Tawur Massal Berdarah Antar Preman, Ternyata Motifnya Pemerasan

 

http://wargatumpat.blogspot.com/2012/04/pesisir-ngaku-aktivis-1998-adu-domba_08.html
Terbongkarnya Kebohongan Seseorang "Bambang Smit" Yang Ngaku mantan Aktivis 98 dari SMID, Bermotif Pemerasan & Bisa Menimbulkan Kerusuhan Antar Preman Serta Bisa Menimbulkan Keresahan Masyarakat, Ternyata Bermotif Pemerasan.

Awalnya membaca status facebook seorang bernama Bambang Smith (http://www.facebook.com/bambang.smit) yang menulis status bahwa telah terjadi pembunuhan berencana terhadap mantan aktivis 98, bernama Basuki Rahmad, dimana korban diculik, dianiaya, distrika punggungnya, dipukuli sampai kepalanya retak, dikencingi ramai2 dst.. Status ini hampir tiap hari dan tiap beberapa jam selalu ditulis ulang

Awalnya banyak yang simpati pada status ini dan memberi dukungan, apalagi status tersebut disebarkan tiap saat kemana2 dan sempat dimuat oleh media online seperti rajawarta dll sebagaimana lampiran dibawah ini.

Ternyata kemudian tiba2 yang membuat status, karena begitu banyak komentar, tiba2 menghapus semua staus dan tautannya. dan kemudian muncul status dari pengacara yang mewakili orang yang dikabarkan telah menjadi korban pembunuhan berencana.

ternyata kasusnya adalah kasus lain, dimana menurut foto dokumen ini, bahwa basuki rahmad (korban) sebelumnya meminta uang pada orang sebesar Rp. 5 juta. Rupanya permintaan uang itu atas suruhan Bambang Smit. Maka setelah mendapat Rp. 5 juta, basuki rahmad kembali pada bambang smit dan melaporkan bahwa telah mendapat Rp. 5 juta. bambang Smit marah dan meminta agar basuki rahmat kembali pada orang yang menerima uang agar minta Rp. 100 juta.

basuki rahmat (yang ternyata bukan aktivis, karena dia adalah anggota organisasi pemuda pancasila) kembali pada orang yang memberi uang dan minta Rp. 100 juta, seperti yang diperintahkan bambang smit. Yang dimintai uang akhirnya merasa resah dan melapor pada organisasi pemuda pancasila bahwa dirinya diperas, karena basuki rahmat mengaku pemuda pancasila.

pemuda pancasila lalu mencari si pelaku pemerasan, karena ternyata memang anggota pemuda pancasila, maka basuki rahmat dipukuli (namanya saja organisasi preman hehe) dan digunduli rambutnya, karena katanya kalau pemuda pancasila berbuat ulah hukumnya adalah digunduli.

tapi yang sebelumnya mengerikan adalah kabar yang dibuat oleh bambang smith, dengan menyatakan bahwa basuki rahmat seorang aktivis 98 telah menjadi korban pembunuhan berencana, oleh organisasi pemuda pancasila, kepala retak, dikencingi rame2, disetrika dll.. dan dikabarkan oleh bambang smit, bahwa basuki rahmat adalah anggota sebuah organisasi yang terdiri dari kalangan tertentu yang anggotanya banyak jagoan dan pendekarnya yakni organisasi Sakera (kelompok jagoan masyarakat etnis madura) dan dikatakan pula bahwa si korban pembunuhan berencana itu juga merupakan anggota organisasi Pusura (perkumpulan pemuda surabaya) yang juga merupakan organisasi dengan banyak pendekar dan jagoannya.

Untuk makin memperuncing keadaan, bambang smit telah mengabarkan pada 2 organisasi itu (sakera & pusura) bahwa ada anggota mereka yang dianiaya & dibunuh oleh organisasi pemuda pancasila. bahkan sudah dilakukan pengumuman kemana2, agar siap2 membalas pembunuhan itu. Sampai akhirnya banyak jawaban dari anggota2 kedua organisasi itu yang siap melakukan penyerbuan dan pembalasan pada organisasi & orang2 yang disebut oleh bambang smit sebagai pelaku pembunuhan. bahkan beberapa kali bambang smit mengundang kumpul2 dibeberapa tempat berbeda, termasuk menganjurkan adanya konsolidasi di markas kedua organisasi itu, untuk melakukan persiapan pembalasan dan penyerangan.

Untung saja akhirnya ada yang mengetahui kebohongan ini dan melakukan tindakan agar tidak terjadi pertumpahan darah. Bayangkan saja jika terjadi penyerbuan oleh dua organisasi yang mengatas-namakan etnis tertentu (madura) dan mengatas namakan perkumpulan pemuda surabaya lalu tanpa mengetahui duduk persoalan terus melakukan penyerbuan pada organisasi massa yang lain. Bisa dibayangkan akan terjadi pertempuran besar antar organisasi preman. Apa tidak akan terjadi keributan dan keresahan di masyarakat?

Apalagi secara ngawur bambang smit selain menyebut nama2 personal anggota pemuda pancasila, juga menyebut nama2 pengusaha yang tidak ada kaitannya dengan peristiwa ini. Ternyata selain akan mengadu domba antar organisasi preman, bambang smit juga menyebut nama2 pengusaha saingannya, dan nama2 pengusaha etnis tertentu yang hanya tahu berdagang dan takut jika ada konflik. Akhirnya ketahuan bahwa motifnya adalah agar nama2 pengusaha yang disebut tadi diancam atau diserbu rumahnya oleh para preman, meski dia tidak terlibat, dan agar tidak terjadi penganiayaan pada mereka. maka bambang smit menawarkan perlindungan. Dan jika orang atau pengusaha yang disebut2 bambang smit mau memberi biaya perlindungan rutin, maka dengan enteng bambang smit akan memberi tahu pada organisasi preman yang dihasutnya, bahwa ternyata orang atau pengusaha2 tersebut tidak terlibat, dan ada kesalahan info.

Ini tentu saja membahayakan masayrakat. Sebab jika saja pengacara korban tidak segera membuka kasus yang sebenarnya pada publik, maka bisa terjadi pertumpahan darah karena bentrok antar organisasi preman, dan akan terjadi penyerangan pada rumah2 pengusaha yang tidak mau memberi biaya pengamanan rutin pada bambang smit.

untuk itu aparat perlu bertindak tegas pada hal2 seperti ini. karena dalam berbagai kesempatan, bambang smit juga sering melontarkan isu SARA yang secara ngawur mendiskreditkan etnis tertentu (tionghoa), ternyata dengan motif menakut2i dan akhirnya menawarkan jasa pengamanan dengan upeti rutin

Selain itu seringkali ada tindakan anarki yang dilakukannya, seperti menyegel kantor swasta dan membuat isu bahwa kantor swasta itu telah melanggar hukum, karena ada masalah hukum dengan pemerintah kota surabaya. seperti penyegelan kantor YKP (yayasan kas pembangunan), tanpa ada masalah hukum dan keputusan pengadilan. dan sebelumnya dibuatkan isu bahwa yayasan tersebut telah menguasai aset pemerintah kota. Ujung2nya dia minta duduk sebagai direksi di perusahaan itu.

demikian juga dia dengan isu bahwa Kebun binatang surabaya (KBS) akan dikuasai pengusaha etnis tertentu, karena dalam kepengurusan KBS terdiri dari berbagai etnis termasuk etnis tionghoa, ujung2nya dia juga ingin menjadi pengurus KBS. %Tapi isu yang dibuat bisa menjadikan masyarakat sentimen pada etnis tertentu.

Yang heran, oleh aparat tampaknya hal ini dibiarkan saja. Apakah karena dibelakangnya ada backing aparat yang lebih kuat? atau karena dia merupakan bagian dari organisasi preman? atau karena dia sering kali mengaku sebagai aktivis 98 dari SMID (solidaritas mahasiswa indonesia untuk demokrasi) yang konon sekarang banyak jadi pejabat penting?
Aparat tegaslah pada premanisme, agar negara tidak semakin anarkis
Selain itu tingkah laku seperti ini sangat mencemarkan nama para aktivis, karena aktivis mahasiswa biasanya erat dengan memperjuangkan nasib masyarakat.. mungkin ini juga salah satu modus dari kaum tirani untuk memojokkan & menjelekkan nama para aktivis & mahasiswa

Merdeka - Masyarakat anti preman yang meresahkan masyarakat

=======================
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=428930480457701&set=a.101937466490339.4676.100000222592954&type=3&theater

Foto dokumen: (berasal status facebook pengacara basuki)
tanda terima uang dari orang yang diisukan oleh Bambang Smit bahwa orang itu jadi korban penganiayaan (tadinya diisukan telah jadi korban pembunuhan berencana):

TANDA TERIMA
Telah terima uang sebesar Rp. 5 juta

Yang suruh minta Rp. 100 juta
- Bambang smit (jl. Tanggul Angin 14 surabaya)
- Yoyon (Simo)
- Budi (Bagong)
- Joko (simo jawar)
ttd
Yang menerima
Basuki Rahmad,

---------------------------
http://www.radjawarta.com/pemuda-pusura-desak-andi-baso-menyerahkan-diri
Pemuda Pusura Desak Andi Baso Menyerahkan Diri

RADJAWARTA >> Prilaku kekerasan dan intimidasi bergaya Orde Baru ternyata masih ada. Dua hari lalu Basuki Rahmad seorang aktivis 98 dianiaya seorang yang diduga bernama Andi Baso. Penganiayaan dilakukan kerena menjadi korlap unjukrasa di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkot Surabaya.

Ditemui ketika melapor ke Polrestabes Surabaya Basuki yang didampingi ratusan masa, Pemuda Pusura, Aliansi Ormas dan LSM, Pemuda Sakera, Arek Surabaya Menggugat, dan puluhan organisasi lainnya. Basuki mengaku dianiaya Andi Baso dan teman-temannya. "Yang memulai pemukulan Andi Baso yang kemudian disusul oleh anak buahnya," jelas Basuki sambil mengeluh kesakitan.

Penganiayaan terhadap Basuki Rahmad atau dikenal dengan sebutan Ghostbuster ini membuat geram Luko Joyo Ketua Pemuda Pusura dan Bambang Smit Koordinator Aliansi Ormas dan LSM Jatim dan puluhan Organisasi besar lainnya di Surabaya.

Luko mengatakan, pelaku penganiayaan harus bertanggungjawab secara hukum. Tidak boleh kekerasan seperti ini terjadi di negeri yang menjunjung tinggi supremasi hukum. "Kemarin malam (6/4) sudah kita laporkan ke Polrestabes Surabaya. Saya harap polisi segera menangkap pelakunya," tegas Luko, (7/4).

Kepada Basuki tokoh Surabaya itu berpesan agar tidak takut menghadapi orang yang menyelesaikan persoalan dengan cara menggunakan kekerasan. "Pemuda Pusura secara penuh mendukung pelaporan ini," ujar Luko.

Dan, Luko mendesak Andi Baso yang diduga pelaku penganiayaan terhadap Basuki segera menyerahkan diri agar persoalan ini segera selesai. "Di Surabaya sudah tidak ada jagoan," tandas Luko di Kantornya Jalan Ahmad Jaiz No. 50 Surabaya.

Sementara Bambang Smit Koordinator Aliansi Ormas dan LSM (AOM) Jatim menegaskan, kekerasan yang dilakukan Andi Baso terhadap Basuki diduga atas permintaan seorang pengusaha berinisial DV yang biasa ikut lelang di ULP. "Mungkin DV menyewa preman untuk menghentikan langkah Basuki," ungkap Bambang Smit, (7/4).

Perkiraan Bambang Smit Bukan tanpa alasan, sebab peristiwa penganiayaan tersebut dilatarbelakangi oleh keinginan warga Simo Mulyo yang mau menggelar unjukrasa ke ULP Pemkot Surabaya. "Karena mau menyampaikan aspirasi ke ULP sehingga Basuki dianiaya," tukas Bambang Smit.

Sementara Udin Sakera mengatakan, penganiayaan terhadap Basuki tidak bisa ditoliler lagi. Untuk itu, pihaknya bersama Pemuda Pusura melaporkan persoalan ini ke Polrestabes Surabaya. "Ini gaya-gaya ormas peninggalan ORBA yang selalu memakai kekerasan/intimidasi. Padahal lambang negara ada pada dirinya benarkah mereka menjalankan "Kemanusiaan yang adil dan BERADAB "?????," tanya, Udin Sakera. rw/dw

__._,_.___
Recent Activity:
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Posting Komentar