Jumat, 19 September 2014

[GELORA45] Kata Amir Syamsuddin Soal Jumlah Menteri Jokowi

 


YANG jELAS indoneisa bukan SINGAPORE maupun Honglong atau MONACO ...yang jelas bahwa Indonesia adalah Negara Interinsular (Negara Kepulauan ynag sangat Luas membentang , dimana Ruan Pulau dan Daerah2 terpencil atau yang beserakan disela oleh Luatan dan berbgaia selat - JELAS  dan LOGIS dan sangat  REASONABLE  akan meminta SYSTEM ADMINISTRATIVE YANG JUGA SANGAT BESAR  > STRUKTURIL,  ORGANISATORIS, TECHNIS dan system KOMUNIKASI dan INFRASTRUKTUR yang serba ruwet dan luas serta meminta Beaya dan PerAwatan yang jugat kepalang sangat  besar dan sangat  luas dan Simultan serta sangat Lengkap (  Darat ,laut ,Udara , Sungai, Mobil, Kereta API , Ferry ,  dan entah apa lagi .... )

Daerah dan Ruang yang besar akan membutuhkan Fasilitas dan atau Equipment serta Mechanisme Proces yang juga juah lebih complicated. Sehubungan dengan itu akan membutuhkan pula Lembaa2 Adminsistrative yang sama besarnya agar mencangkup segala Persoalan dan atau Masalah.

Tetapi yang paling penting diatas segalanya ialah POLA dan RANCANGAN dari STRUKTUR  dan system INFRASTRUKTUR dan  KOMUNIKASI, System URBANISME KOTA , System KESEHATAN dan PENGAIRAN (Irigasi) dan KANALISASI serta System Pengaturan dan Likwidasi LIMBAH INDUSTRI dan PENDUDUK  , SYSYTEM ENERGY DAN PENYALURAN LISTRIK , System PERTANIAN  dan PENGOLAHAN LAHAN yang Ketat dikaitkan dngna Rencana dan EKO/SYSTEM serta LINGKUNGAN HIDUP ( Menyagkut Lahan2 Pertanian , Perkebunan , Industri ,Bangunan ,  dan Pengairan , serta Lahan Perumahan , Perkotaan dan Pertokoan serta Ruang UsahaPenduduk  > Pasar, Pertokoan, Kios2 dan Jalur2 Kendaran Keci Umum  seperti Becak,Speda,   yang harus Khusus  terpish dari JALUR Kendaraan Bermotor............dll.) , yang Kesmuanya dirancang dan dioragnisir secara SYSTEMATIS DAN DIKENDALIKAN OLEH kerangka hukum dan peraturan hukum YANG SALING BERKAITAN SATU SAMA LAINNYA  ... sehingga kan merupakan SUATU PAKET PERATURAN  yang harus dilaksankan dan DIKONTROL secara PERIODIK dan berkelanjutan , agar bisa mneciptakan suatu 
ORGANISME HIDUP yang dynamis / Tidak bertentangan satu sam lainnya ( Harmonis berjalan dan saling 
ber -Interaksi  ATAU SALING PENGARUH MEMPENGARUHI  dalam Kontaxt Suatu Proces yang dynamis hidup.

Dengan kata lian kita bisa simpulkan bhw SYSTEM MANGEMENT DAN ORGANISASI KERJA YANG SEMPURNA 
dan SYSTIMATIS  (atau yang mendekati sempurna ) dengan didukung dan dilaksankan atas dasar KERANGKA HUKUM  dan PERTAURAN HUKUM yang KETAT  namun FLEXIBLE  disegala bidang Kegiatan PEMERINTAH  maupun Penduduk  ( harus siap untuk bisa dirobah, direvisi dan atau diperbaharui dan disempurnakan MENURUT SIKON  yang  berjalan dan yang bisa se-waktu2 berubah ( Misalnya;  Pengaruh dari kemajuan Technology dan Kemajuan Ekonomi , dan atau Faktor Social dan Kemasyarakat lainnya  > Masa Ramadhan dan Lembaran , Hari2 Raya ( Migrasi Penduduk ) dan Situasi yang Accidental  > Banjir besar , Malapetaka , Epedemi  Pandemi  >  State of Emergancy ,dll,dll ) disaat mana sering dibutuhkan SUTAU KEBIJAKSANAAN dan atau PERATURAN2 KHUSUS  DAN SYSTEM PELAYAAN MASYKARAKT[ UMUM]  yangKHUSUS PULA  ( Diluar Standard ).......... 

Pada levelPemerintahan / bhakan harus diambah dna diperkuat dng MORAL CREDIT dan RASA TANGGUNG JAWAB JABATAN ,  PROGRAM KERJA YANG SYSTIMATIS DAN EFFECTIVE  dan SIAP ACTION dngan dibekali STUDY RESRCH DAN ANALYSA YANG MENDALAM dadri SIKON YANG ADA  DAN YANG TERUS BERJALAN serta idperkuat dngan DiSIPLIN KERJA  ....dimana semua FAKTOR TSB akan bisa menjamin apa yang kita sering dengar   ( tetapi Jarang Nampak... )  - yaitu : "  A GOOD GOVARNANCE SYSTEM "  dengan BUDAYA
PEMERINTAAHAN yang KWALITAIVE TINGGI ..........

* Well ...Mungkin Harapan . tetap tinggal sebagai harapan .....tetapi Akan lebih BURUK DAN PARAH  lagi,  jika    Manusia sudah  sampai  Kehilangan Harapan dan atau HARAPAN pun sudah tak dipunainya ................

Adios  amigos , Maňana nunca mas ser moco de pavo , pero'  es por  la Vida mejor .... (marco  )
                            ( Hari esok tidak untuk dibuang percuma,  namun untuk Kehdiupan yang lebih baik )


2014-09-19 14:01 GMT+02:00 Kiong Hoo Djie <djiekh@gmail.com>:
Saya kira Jokowi-JK  melihat sulitnya merampingkan kementerian2.
Kementerian2 itu cabangnya sampai di daerah2.
Menterinya memang bisa ditetapkan oleh Jokowi. Tetapi kalau dua kementerian jadi satu, misalnya lalu
salah satu dirjennya mesti dipindah ke mana ? Dipecat  ?. Dipensiun ? Belum lagi bawahan2nya,
bisa ribuan. Mau ditaruh di bawah atasan yang mana.
Kalau mau dilakukan akan makan banyak waktu dan menimbulkan banyak pemogokan, mengganggu
kestabilan pemerintah.
Kalau per-lahan2, jauh sebelumnya sudah diplan, dan pegawai2nya dijamin tidak akan ada yang dipecat,
hanya kemungkinan ada yang masa pensiunnya dipercepat, rasanya bisa saja.
Prosesnya akan makan aktu, pindahi barang dan orang jadi satu ?

From: GELORA45@yahoogroups.com [mailto:GELORA45@yahoogroups.com]
Sent: vrijdag 19 september 2014 12:47
To: Sastra Pembebasan; Sunny; iwamardi; demitanahair@yahoo.com; Charles Christano; roeslan12@googlemail.com; ASAHAN; ajijak@cbn.net.id; sadar@netvigator.com; j.gedearka@upcmail.nl; alfaqirilmi@yahoo.com; JONATHAN; nasional-list@yahoogroups.com; Chalik Hamid; wahana-news@yahoogroups.com; anugerah sutawiyana; bdorpi@indopetroleum.com
Cc: Perhimpunan Persaudaraan; Jaringan Kerja Indonesia
Subject: Re: #sastra-pembebasan# Re: [GELORA45] Kata Amir Syamsuddin Soal Jumlah Menteri Jokowi

 
Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin; 
" Padahal, pada masa kampanye, Jokowi kerap menyebut hendak merampingkan kabinet. "
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Komentar kita;
Mr.Amir Syamsuddin salah mengerti dan selalu melihat sesuatu dari QUANTITAS

> Sedangkan  JOKOWI lebih menekankan QUALITAS  > jadi kemungkinan besar yang dimaksud JOKOWI  ialah agar PARA MENTERINYA semuanya nampak Ramping2 ( Gaya yg langsing Sportive /  type Jokowi dan Obama   ) dan Dynamis serta Energis ............yang berbeda dari Kabinet SBY dan Kubu Prabowo  yang serba GENDUT2 dan SERBA BUNDAR2 dan Tidak Flexible dalam segala hal.....

*Semoga bagi yang bersangkutan Mr.Amir Syamsuddin cukup jelas perbedaan   pandangan antara Pak Jokowi dan Pak SBY .....(untuk lebih jelasnya ) ,bhw ;

> System SBY .... QUANTITAS untuk QUANTITAS (semakin banyak yang Korupt)
> System JOKOWI ...QUALITAS  yang QUANTITAS  ( atau  QUANTITAS
   yang padat  QUALITAS .... ) ....Semoga benar2 akan demikian.... 

LET' SEE ...... Waktu akan menunjukkan sendiri ISI  dari Kulitnya .......



2014-09-19 12:23 GMT+02:00 Marco Polo comoprima45@gmail.com [sastra-pembebasan] <sastra-pembebasan@yahoogroups.com>:
 
Padahal, pada masa kampanye, Jokowi kerap menyebut hendak merampingkan kabinet. 

2014-09-19 6:52 GMT+02:00 Chalik Hamid chalik.hamid@yahoo.co.id [GELORA45] <GELORA45@yahoogroups.com>:
 
KAMIS, 18 SEPTEMBER 2014 | 07:57 WIB

Kata Amir Syamsuddin Soal Jumlah Menteri Jokowi

Presiden dan wakil presiden terpilih Jokowi dan Jusuf Kalla sebelum memberikan keterangan pers di jakarta, 15 September 2014. ANTARA/Widodo S. Jusuf

Grafis Terkait

Foto Terkait

TEMPO.COJakarta - Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin mempunyai penilaian sendiri ihwal jumlah menteri yang akan membantu Joko Widodo-Jusuf Kalla. Menurut Amir, penentuan jumlah dan nama menteri merupakan hak prerogatif presiden.

"Saya yakin Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla tahu yang terbaik untuk pemerintahannya," katanya di kantor Kementerian Hukum dan HAM, Rabu, 17 September 2014. (Baca: 
Jokowi Diminta Sering Kontak Kepala Negara Lain)

Amir tidak sepakat ihwal pendapat yang menyebut Jokowi mengikuti langkah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menentukan kementerian berjumlah 34.

Padahal, pada masa kampanye, Jokowi kerap menyebut hendak merampingkan kabinet. Alih-alih mengkritik, Amir malah mengajak masyarakat mendukung apa pun keputusan presiden terpilih dari poros Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tersebut.

"Mari kita dukung dan doakan bersama agar pemerintahan mendatang sukses," ujar Amir. (Baca: 
Jokowi Disebut Ingkar Janji, Ini Pembelaan Ruhut)

Sebelumnya, Jokowi-JK mengumumkan arsitektur kementerian yang berjumlah 34, yang artinya, tak ada perubahan dari era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Mantan Wali Kota Surakarta itu juga menyebut 34 menteri akan diisi oleh 18 figur profesional dan 16 figur profesional partai politik. Jokowi juga mempertahankan komposisi tiga kementerian koordinator. (Baca: 
Ruhut: Jokowi Sudah Kerja, Menteri Jangan Santai)

Hal berbeda hanya ditemui pada pemisahan Kementerian Pendidikan menjadi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Pendidikan Tinggi dan Riset. Selain itu, Jokowi melebur Kementerian Pertanian serta Kementerian Kelautan dan Perikanan menjadi Kementerian Kedaulatan Pangan. Adapun kementerian baru ialah Kementerian Agraria, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Kependudukan.
RAYMUNDUS RIKANG




__._,_.___

Posted by: Marco Polo <comoprima45@gmail.com>

Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)



Searching for new groups to join is easier than ever. We've honed our algorithm to bring you better search results based on relevance and activity. Try it today!






.


__,_._,___

Tidak ada komentar:

Posting Komentar