Minggu, 04 Oktober 2015

[Media_Nusantara] Tangkap, Tindak Tegas dan Sita Aset Korporasi Pembakar Hutan!

 

Tangkap, Tindak Tegas dan Sita Aset Korporasi Pembakar Hutan!


Kebakaran hutan (Ist)‏Kebakaran hutan (Ist)‏Oleh : Vivin Sri Wahyuni*
 
JAKARTA- Sebulan lebih, bencana kabut asap melanda beberapa provinsi di Kalimantan dan Sumatera. Bencana yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan tersebut membuat beberapa daerah yang dilanda kabut asap seperti; Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan dapat dikategorikan dalam kondisi darurat karena bencana tersebut mengganggu kehidupan masyarakat. Dampak yang secara langsung dirasakan oleh masyarakat akibat kondisi tersebut, yakni, kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan perekonomian.
 
Data Kompas (5/9/2015) menyebutkan bahwa terdapat 25,6 juta jiwa di Kalimantan dan Sumatera terpapar oleh asap dan 6.762 orang terkena infeksi saluran pernapasan akut. Selain itu, kualitas udara di daerah terdampak asap juga sangat buruk. Standar pencemaran udara dikategorikan sangat berbahaya bagi manusia. yang mengiris hati, pencemaran udara yang diakibatkan oleh kabut asap juga dipastikan akan berakibat buruk bagi anak-anak, bayi yang baru lahir, dan masyarakat di usia senja.

Selanjutnya, beberapa lembaga pendidikan di daerah terdampak asap juga diliburkan, dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga perguruan tinggi. Parahnya, dapat dipastikan juga gangguan yang diakibatkan oleh asap mengakibatkan aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari melemah drastis, dan kerugian tersebut akan berdampak pada semakin bertambahnya jeratan kemiskinan di Indonesia.

Bencana kabut asap yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia tersebut, bukanlah merupakan layaknya bencana alam biasa. Kebakaran yang terjadi lebih banyak disebabkan oleh unsur kesengajaan yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan perkebunan yang mengambil jalan pintas untuk menanam ulang dan pembukaan lahan baru. Tidak tanggung-tanggung, terdapat 123 perusahaan yang terlibat dalam pembakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan. Bahkan, dari sejumlah perusahaan yang terlibat terdapat banyak perusahaan yang merupakan perkebunan yang dimiliki oleh modal asing.

Baca Lengkap:

__._,_.___

Posted by: Bambang Tribuono <bambang_tribuono@yahoo.com>
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)

.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar