Selasa, 08 Desember 2020

[Media_Nusantara] Re: [GELORA45] IDI:194 Dokter Meninggal Akibat Corona

 

Rakyat Indonesia menunggu dan Mengharapkan  Prof.Dr. Sunny (ilmesengero @ gmail.com ) di Indonesia agar turut terjun MENGOBATI 2500 Covid/19 dan turut aktif bekerja bersama para Ilmuwan Kedokteran di Laboratorium Pengobatan untuk turut membuat VAKSIN ANTI COVID /19
 Bagaimana  Kabarnya Negara Separatis Anda ??
Sudahkan Anda dicalonkan menjadi Perdana Menterinya ?(Tolong beri tahu kami semua di Indonesia yah ?!


Bez virů. www.avast.com

On Tue, 8 Dec 2020 at 21:11, Sunny ambon <ilmesengero@gmail.com> wrote:

Jumlah penduduk NKRI kurang lebih 270 juta. Menurut statistik PBB dinyatakan bahwa di Indonesia 0,9 dokter melayani 1000 pasien. Ikatan dokter Indonesiia menyatakan 1 dokter melayan 2.500 pasien. Selain itu pasien harus  membayar pelayan kesehatan yang diperoleh,

Bandingkan NKRI dengan negara yang lebih miskin dari NKRI  yaitu Kuba. Tidak berPancasilla.  Diboikot oleh tetangga raksasa dan  sekutu-sekutnya. y Di Kubai, angkanya 8,4 dokter melayani 1000 pasien.  Bukan itu saja. pengobatan untuk  semua penduk  gratis. Dokter-dokter dari Kuba dikirim ke negeri-negeri yang membutuhkan tenaga medis.


Jadi, tidak keliru dari perbandingan tsb bisa dinyatakan NKRI harga mati.


Sesuai IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dikatakan 194 dokter yang meninggal terdiri dari 130 dokter umum dan 30 dokter spesialis ,(4 belum dimasukan dalam pemberaan)


https://www.sinarharapan.co/kesra/read/28046/idi__194_dokter_meninggal_akibat_corona

IDI: 194 Dokter Meninggal Akibat Corona

Selasa , 08 Desember 2020 | 18:08


JAKARTA - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat sebanyak 194 dokter meninggal dunia akibat terpapar virus corona. Jumlah kematian tersebut merupakan data teranyar per Selasa (8/12/2020) dari serangkaian kematian dokter yang terjadi sejak awal pandemi Covid-19 di Indonesia awal Maret 2020.

IDI memaparkan November lalu jumlah kematian dokter mencapai rekor sebanyak 32 kasus, dan ironisnya 16 dokter meninggal dalam kurun waktu sepekan terakhir pada November pekan keempat.

"Sebagai laporan yang ingin kami sampaikan, sekarang sudah ada 194 dokter yang meninggal," kata Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar IDI Adib Khumaidi dalam diskusi daring yang disiarkan melalui kanal YouTube Lokataru Foundation, Selasa (8/12/2020).

"Di bulan November memecahkan rekor 32 dokter meninggal. Dan yang memprihatinkan bagi kami, 16 dari 32 dokter itu meninggal dalam minggu terakhir, minggu keempat November," imbuhnya.

Adib pun menyebut kenaikan jumlah kematian dokter itu salah satunya disebabkan oleh dampak libur panjang akhir Oktober yang menyebabkan mobilitas massa sulit dibatasi sehingga transmisi virus cepat terjadi.

Satgas Penanganan Covid-19 pun sebelumnya memaparkan libur panjang 28 Oktober-1 November 2020 lalu terjadi peningkatan kasus sebesar 17-22 persen."Pasca-Oktober selain long weekend ada peristiwa-peristiwa kerumunan dari Oktober hingga awal November," ia menjelaskan.

Oleh sebab itu, Adib meminta masyarakat lebih patuh dan peduli terhadap protokol kesehatan dalam masa 10 bulan pandemi di Indonesia. Sebab, menurutnya dengan mematuhi protokol 3M yang meliputi memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, maka akan membantu menghalangi transmisi virus.

Adib menuturkan bila masyarakat memakai masker maka perlindungan terhadap virus mencapai 85 persen, bila menjaga jarak mencapai 90 persen, dan apabila mencuci tangan keamanan dari virus mencapai 80 persen.

Dia pun merinci sebaran wilayah dokter yang meninggal. IDI mencatat provinsi Jawa Timur menjadi daerah yang menyumbang angka kematian dokter terbanyak yaitu 40 dokter. Kemudian Sumatera Utara 24 dokter, DKI Jakarta 31 dokter, Jawa Tengah 18 dokter, Jawa Barat 17 dokter, Sulawesi Selatan 7 dokter, Banten 7 dokter, Bali 6 dokter.

Lalu Kalimantan Selatan 4 dokter, Aceh 6 dokter, Riau 5 dokter, Kalimantan Timur 5 dokter, Sumatra Selatan 4 dokter, Kepulauan Riau 3 dokter, Yogyakarta 5 dokter, Nusa Tenggara Barat 2 dokter, Sulawesi Utara 3 dokter, dan Papua Barat 1 dokter. Kemudian, Sulawesi tenggara 1 dokter, Sumatra Barat 1 dokter, Bengkulu 1 dokter, Kalimantan Tengah 1 dokter, Lampung 1 dokter dan Maluku Utara 1 dokter juga.(*)



Sumber Berita: Cnnindonesia.com



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+unsubscribe@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2DJShV%3Da8LoGGKYcUqOfO%3Dw_oAugoqSawX2MdLnZKibQA%40mail.gmail.com.

Bez virů. www.avast.com

__._,_.___

Posted by: Marco 45665 <comoprima45@gmail.com>
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)

.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Posting Komentar